Sejarah Desa Tirtobinangun



Sejarah Desa Tirtobinangun

KECAMATAN : Patianrowo
DESA : Tirtobinangun
IBU KOTA DESA : Dusun Balongkendal
NAMA DI DAERAH : Desa Tirtobinangun
NAMA LAIN : -
NAMA YANG DISEPAKATI : Tirtobinangun
ARTI NAMA : Tirto : Banyu / Air, Binangun : Mbangun/membangun
SEJARAH NAMA : Daerah yang mulannya tidak lepas dari Genangan air
BAHASA DAERAH : JAWA
KESENIAN : Karawitan
SUNGAI : Sungai brantas dan Sungai Apor 1
GUNUNG : -


RINGKASAN ASAL SEJARAH


Sejarah Desa Tirtobinangun tidak terlepas dari sejarah masyarakat Desa Tirtobinangun di Kab.Nganjuk. Desa ini awalnya bernama Desa Pengkol dengan Lurah seumur hidup yang bernama SAMAD. Lurah SAMAD adalah Lurah yang dermawan, karena sangat terpengaruh oleh gaya kehidupan masyarakat Tirtobinangun pada saat itu.

Pada zaman penjajahan Belanda/sebelum tahun 1919 ada dua Desa yaitu Desa Bulak dan Desa Pengkol. Pada waktu itu Desa Bulak di pimpin oleh seorang Lurah bernama BOWO sedangkan Desa pengkol bernama SAMAD. Desa Pengkol terdiri dari lima pedukuan meliputi : Dukuh Pengkol, Dukuh Balongkendal, Dukuh Kedunglawe, Dukuh Doyok dan Dukuh Buntut. Setelah Tahun 1919 Kedua Desa Tersebut digabung menjadi satu berdasarkan Musyawarah masyarakat yang pada waktu itu masih dalam pemerintahan Kolonial Belanda. Setelah penggabungan Desa Pengkol dan Desa Bulak telah disepakati terus dilanjutkan pemilihan Kepala Desa. Sebagai calon pada waktu itu yaitu: Bapak BOWO ( Lurah Bulak ) dan Bapak SAMAD ( Lurah Pengkol ).

Tata cara pemilihannya sistim Getok Kelor, yaitu Calon berada/berdiri Didepan sedangkan yang merasa mendukung/memilih berada di belakangnya. Pemilihan berjalan dengan tertib dan aman dan di menangkan oleh Bapak SAMAD yang nama panjangnya SUMO SAMAD DIWIRJO yang sebelumnya sebagai Lurah Pengkol.

Desa Bulak dan Desa Pengkol berada di Timur laut wilayah Kabupaten Nganjuk dan diapit dua Sungai Besar yaitu Sungai Brantas dan Sungai Widas dan termasuk wilayah patusan air diwilayah bagian timur Kabupaten Nganjuk, yang dibuktikan dengan adannya sungai Apor 1 ( Blokan ) dan sungai Apor 16. Desa Bulak dan pengkol termasuk daerah yang tidak lepas dari masalah air atau dengan istilah BONOROWO.

Disepanjang musim penghujan air selalu menggenangi Desa tersebut. Karena adannya semangat Perubahan maka Desa ini pada tahun 1922 diubah nama menjadi TIRTOBINANGUN. Nama Tirtobinangun berasal dari kata TIRTO yang berarti Banyu/Air sedangkan BINANGUN berarti Mbangun/membangun, jadi dengan harapan awalnya daerah genangan air/Bonorowo agar kelak menjadi daerah yang Gemah Ripah Lohjinawi Toto Tentrem Karto Raharjo.

Berhubung yang memenangkan pemilihan Kepala Desa dari penggabungan Desa tersebut adalah Bapak SAMAD, maka Kepala Desa Tirtobinangun adalah Bapak SOMO SAMAD DIWIRJO dan sebagai Kepala Desa Tirtobinangun yang pertama.


Referensi artikel: pemdes tirtobinangun