Sejarah desa Bukur tidak relepas dari jaman Majapahit dan jaman penjajahan Belanda yakni jaman kerajaan Majapahit pernah ada utusan dari raja Brawijaya IV untuk titik wilayah diwilayah bagian barat termasuk diwilayah perdikan pakuncen dan sekitarnya.Pada saat itu yang diutus adalah Ki Satak Urang dan pengikutnya. Hal itu dapat dibuktikan dusun Semek ada peninggalan sebuah makam dari pengikutnya. Ki Satak Urang yang bernama Ki Roso Sejati, meninggal dan dimakamkan di desa Jeruk Wangi kecamatan Lengkong yang bersebrangan dengan dusun Semek desa Bukur yang dibatasi oleh sungai Widas.
Dalam perkembangan selanjutnya yakni pada jaman penjajahan Belanda didirikanlah desa yang selanjutnya bernama desa Bukur. Makna dan arti Bukur sendiri sampai saat ini belum diketahui dengan pasti dan belum ada literatur yang menerangkannya, namun berdasarkan penuturan dari sesepuh dahulu kata BUKUR berarti hewan semacam siput/kerang tetapi kecil yang banyak hidup disungai-sungai, saluran-saluran air dan sawah-sawah yang sampai saat ini masih banyak dijumpai diwilayah desa Bukur, mungkin saking banyaknya hewan inilah yang secara demografi desa Bukur memang dilewati sungai yang dulunya banyak sekali hewan Bukur tersebut maka dinamakanlah Desa Bukur hingga sekarang.
Pada awal berdirinya desa Bukur dipimpin oleh Ki Lurah Karso Pawiro s/d 1948 kemudian digantikan oleh Lurah Mochamad Qodrad tahun 1948 s/d 1968, kemudian digantikan oleh Kepala desa Asyari tahun 1968 s/d 1974, dan selanjutnya desa Bukur dipimpin oleh Kepala Desa Soepardji tahun 1974 s/d 1982, kemudian digantikan oleh Kepala Desa Sabrani tahun 1982 s/d 1990 lalu digantikan oleh Kepala Desa Rochani MQ tahun 1990 s/d 1998, lalu digantikan Kepala Desa Sutiman tahun 1998 s/d 2013 setelah jabatannya habis digantikan oleh Kepala Desa Nur Yahya hingga Sekarang.
Secara administratif, Desa Bukur terletak di wilayah Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Banjardowo Kecamatan Lengkong, di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Katerbankecamatan Baron di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Babadan sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Desa Ngepung.
Jarak tempuh Desa Bukur ke ibu kota kecamatan ( Kecamatan Patianrowo ) adalah 7km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit dengan kendaraan bermontor. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 34 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam.