Pelatihan Aplikasi eHDW dan eDMC di Desa Patianrowo


 2020-07-16 |  Vm

Suasana pelatihan aplikasi eHDW dan EDMC di Balai Desa Patianrowo secara  daring melalui training of trainer (TOT), Rabu(15/7/2020) pagi.

Aplikasi Human Development Worker (eHDW), guna mempermudah tugas dan fungsi kepala daerah (kader) desa. Lebih efektif mengadvokasi pemerintah desa.

Pelatihan aplikasi ini dibuka, Rabu (15/7/2020. Dihadiri Tim Kecamatan, Kepala Desa Patiarowo dan diikuti oleh Tim Pendamping Ahli Tingkat Kecamatan secara daring atau online melalui konferensi video.

Seperti diketahui, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI) telah menetapkan prioritas penggunaan dana desa. Berkaitan dengan hal itu di laksanakannya berbagai kegiatan. Dana desa, dialokasikan untuk pencegahan Covid-19 serta pencegahan kekurangan gizi kronis (stunting).

Kepala Desa (Kades) Patianrowo mengatakan, pecegahan di desa perlu didukung sistem informasi yang cepat dan akurat.

Adanya aplikasi Human Development Worker (eHDW), dan aplikasi Desa Melawan Covid-19 (eDMC-19 ) yang telah diluncurkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI) ini, diharapkan dapat mendukung layanan intervensi gizi masyarakat.

Kepala Desa menerangkan, pihaknya telah memfasilitasi pelatihan bagi tenaga ahli madya atau pendamping di desa agar kader desa. Nantinya, mereka dapat menggunakan dan menginput data melalui aplikasi lewat telpon genggam masing-masing.

“Khususnya bagi layanan kesehatan ibu anak, layanan konseling gizi terpadu dan sebagainya,” jelasnya.
“Selanjutnya, aplikasi eHDW dan Indeks Desa Membangun (IDM) akan terintegrasi dengan sistem informasi Elektronik Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM). Menjadi dasar, dalam penetapan lokasi desa prioritas (Desa Merah Stunting) dan rekomendasi intervensi lintas sektor,” ungkapnya.

Sementara itu, Kelembagaan Masyarakat dan Sosial Dasar DPMD menambahkan, cakupan menu aplikasi eHDW meliputi data-data fasilitas desa. Misal polindes, PAUD, posyandu, air bersih dan sanitasi, serta penerima manfaat.

Selain itu,  eHDW memiliki fitur tugas saya. Artinya, kader pembangunan manusia (KPM) akan menerima notifikasi berupa kegiatan layanan yang akan diberikan kepada penerima manfaat. Memantau dan memastikan intervensi layanan, diterima penerima manfaat.

Adapun, fitur laporan tahunan yakni menyajikan data dan informasi kegiatan pencegahan stunting yang sudah dilakukan dalam kurun waktu satu tahun. Sedangkan, laporan triwulan akan menyajikan skor desa yang telah dicapai dalam kurun waktu setiap triwulan.

“Secara khusus, aplikasi eHDW bertujuan untuk memfasilitasi data dan tugas manajemen kasus untuk KPM serta mengidentifikasi kesenjangan utama dalam pemberian layanan. Sehingga, KPM dapat lebih efektif mengadvokasi pemerintah desa,” urainya.