Gubernur Khofifah Tinjau Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Kab. Nganjuk


 2020-08-26 |  Vm

Gubernur Kofifah Tinjau Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di SMA, SMA LB, dan SMK di Kabupaten Nganjuk//

Uji coba pembelajaran tatap muka secara langsung memasuki minggu kedua pelaksanaannya. Di hari pertama minggu kedua ini (Senin, 24/8/2020) Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa meluangkan waktunya untuk melakukan kunjungan guna meninjau bagaimana pelaksanaan Uji Coba Pembelajaran secara langsung di Kabupaten Nganjuk. Bupati Nganjuk Mas Novi mendampingi Kofifah dalam peninjauan ini.

Lokasi pertama adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) Shanti Kosala Nganjuk. Gubernur Kofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dirut RSUD Dr. Soetomo, Dirut RSJ Menur, dan Sekda Provinsi Jatim tiba sekitar pukul 07.30 WIB dan disambut oleh Mas Novi serta jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk. Di Shanti Kosala Gubernur melihat proses pembelajaran tatap muka yang menerapkan protokol kesehatan, tampilan gamelan, dan siswi yang menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan bahasa isyarat.

Di lokasi kedua, yakni SMKN 1 Tanjunganom Gubernur dan Bupati juga melihat proses pembelajaran di jurusan multimedia, pengelasan, budidaya ikan, hingga pengolahan ikan. Sedangkan lokasi terakhir di SMAN 2 Nganjuk, Gubernur mengatakan pelaksanaan sudah bagus dan ada format dari SMAN 2 Nganjuk yang bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lain yakni penggunaan pembatas di setiap meja.

“Senin lalu saya dan Pak Kadis Pendidikan kunjungan ke Kota Probolinggo, minggu kedua ini ke Kabupaten Nganjuk. Kami melihat format di SMAN 2 Nganjuk bisa jadi referensi oleh sekolah lain bahwa masing-masing meja belajar anak-anak diberi pembatas,” terang Kofifah. Selain memakai pembatas, para siswa juga memakai masker dan faceshield. Tak hanya itu, AC di ruang kelas pun dimatikan, pintu dan jendela terbuka untuk sirkulasi udara. Siswa pun masuk secara bergantian, hanya 10 siswa per sesi, satu hari ada tiga sesi pembelajaran dengan durasi 2 jam.

Sedangkan Mas Novi mengatakan, bahwa uji coba akan dilakukan selama 3 minggu dan nantinya akan dievaluasi. “Setelah uji coba akan ada evaluasi, bagaimana keadaan siswa, karena kita tetap memprioritaskan kesehatan siswa.

Sumber : humaskabupatennganjuk